Breaking News
Loading...

Recent Post

Monday, July 27, 2020
no image

11 Fenomena Alam Langka yang Pernah Terjadi di Muka Bumi Ini oleh - seputargeologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputargeologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 11 Fenomena Alam Langka yang Pernah Terjadi di Muka Bumi Ini oleh - seputargeologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Sebagai manusia kita hidup berdampingan dengan alam. Berbagai fenomena alam sering terjadi disekitar kita, bahkan ada beberapa fenomena alam langka yang sangat jarang terjadi. Beberapa fenomena ini cukup aneh dan orang â€" orang menganggap sebagai keberuntungan melihat fenomena langka ini.

Fenomena alam yang langka ini terkadang terlihat sangat indah dan kadang juga terlihat sangat mengerikan. Kita akan melihat beberapa fenomena yang cukup langkah yang terjadi di berbagai belahan dunia.

1. Aurora Borealis

aurora borealis

Jika anda tinggal di Indonesia kemungkinan besar anda belum pernah melihat aurora. Aurora borealis sangatlah mudah dikenali, yaitu berupa cahaya indah yang menghiasi langit. Fenomena alam sangatlah langka, kemungkinan besar hanya bisa ditemui di kutub utara dan kutub selatan. Aurora borealis ini disebabkan oleh gesekan partikel yang bermuatan listrik dari matahari yang memasuki atmosfer bumi begitulah proses terjadinya aurora dan penyebab terjadinya aurora.

Warna dari partikel ini sangatlah beragam bergantung pada gas yang bergesekan dengan atmosfer bumi. Salah satu tempat yang memiliki kemungkinan besar munculnya aurora adalah Alaska.

2. Parhelion (Sundog / Bayangan Matahari)

parhelion

Fenomena alam yang satu ini cukup unik dan juga bisa dibilang salah satu fenomena alam yang sangat indah. Fenomena alam yang satu ini berhubungan dengan matahari. Matahari menjadi beberapa bayangan, biasanya dua atau tiga matahari.

Sundog merupakan sebuah fenomena atmosfer dengan ditandai dengan munculnya cincin matahari yang dikenal dengan nama 22 derajat halo. Fenomena alam yang satu ini terjadi disebabkan oleh cahaya matahari yang melewati es kristal di dalam atmosfer.

3. Lenticular Cloud

lenticular cloud

Lenticular Cloud ini merupakan fenomena yang cukup langka, namun beberapa kali kerap muncul di Indonesia. Secara teknis awan ini disebut dengan Altocumulus standing lenticularis, yang dibentuk oleh awan yang berada di ketinggian yang sangat tinggi. Tidak heran beberapa kejadian dari lenticular cloud ini terjadi di puncak â€" puncak gunung. Lenticular cloud ini identik dengan bentuknya yang mirip dengan UFO. Di Indonesia disebut dengan fenomena caping gunung.

4. Bioluminesensi

bioluminesensi

Fenomena alam yang sangat menarik untuk dilihat. Bioluminesensi merupakan fenomena alam dimana pinggir pantai seperti menyala terang seperti diberi lampu neon. Fenomena alam ini cukup jarang ditemui, karena penyebab terjadinya fenomena alam ini adalah reaksi kimia yang dikeluarkan oleh makhluk hidup tertentu di dalam air.

Biasanya merupakan bentuk pertahanan diri terhadap predator. Ada beberapa pantai di dunia yang bisa dikunjungi untuk menikmati bioluminesensi, yaitu:

  • Teluk Toyama, Jepang.
  • Pulau Mudhdhoo, Maldives.
  • Falmouth, Jamaika.
  • Koh rong, Kamboja.
  • Teluk Mosquito, Puerto Rico.
  • Kepulauan Matsu, Taiwan.

5. Volcanic Lightning

Volcanic Lightning

Volcanic lightning merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi biasanya ketika adanya erupsi besar gunung berapi. Beberapa tahun yang lalu gunung berapi pernah mengalami fenomena alam yang satu ini, tepatnya saat gunung merapi meletus sekitar tahun 2010 yang lalu. Beberapa ahli beranggapan bahwa fenomena ini terjadi sama seperti petir pada umumnya dimana fenomena ini terjadi untuk menetralkan perbedaan muatan yang ada akibat gesekan dari debu â€" debu vulkanik.

6. Bunga Es

dieng

Jika anda pernah mengunjungi tempat dengan ketinggian tertentu seperti daerah Dieng di Jawa Tengah, jika beruntung anda akan mendapatkan fenomena alam yang menakjubkan berupa bunga es ini. Sangat musim kemarau suhu di Dieng ini bisa mencapai kurang dari nol derajat, sehingga mampu membentuk lapisan es yang tipis menyerupai bentuk bunga. Bahkan terkadang juga bisa terjadi fenomena embun salju di Dieng.

7. Batu Bergerak (Sailing Stone)

batu bergerak

Batu bergerak ini adalah fenomena alam yang cukup unik, dimana batu tersebut bergerak dengan bukti adanya jejak pergerakan batu tersebut. Batu ini bergerak tanpa adanya bantuan dari manusia dan juga hewan di sekitarnya. Sampai sekarang beberapa ahli masih belum bisa menjelaskan dengan pasti bagaimana batu â€" batu ini bisa bergerak, karena ada batu yang memiliki berat hingga 300 Kg. Anda bisa menyaksikan fenomena ini di daerah Nevada dan California.

8. Gunung Berwarna (Zhangye, China)

Vinicunca Yauricunca

Di negara China tepatnya di daerah Zhangye ada sebuah fenomena alam yang mungkin tidak bisa ditemui di wilayah dan tempat lain, yaitu sebuah pegunungan yang memiliki warna seperti lukisan. Fenomena ini juga disebut fenomena gunung pelangi. Menurut para ahli geologi pembentukan pegunungan ini membutuhkan 24 juta tahun dari berbagai bebatuan yang berbeda yang membentuk lempengan tektonik.

9. Earthquake Lights

earthquake light

Earthquake lights merupakan sebuah fenomena alam yang sampai sekarang masih belum ditemukan penyebabnya. Fenomena ini ditandai dengan adanya sebuah cahaya yang muncul bersamaan dengan adanya aktivitas tektonik dan vulkanik. Beberapa laporan menunjukkan setelah kejadian dan beberapa lagi sebelum kejadian. Sampai sekarang masih belum diketahui cahaya tersebut disebabkan oleh apa.

10. Ball Lightning

ball lightning

Fenomena alam yang satu ini juga masih menjadi misteri dan masih diteliti oleh berbagai ilmuwan yang ada di dunia. Ball lightning adalah fenomena alam di langit yang langka dan ditandai munculnya kilat berbentuk lonjong, tidak seperti kilat pada umumnya yang hanya berbentuk menjalar.

11. Gelembung Beku

gelembung beku

Gelembung yang membeku dibawah lapisan es yang umum terjadi di daerah Abraham Lake, Canada ini merupakan sebuah fenomena langka juga yang disebabkan oleh gas metana di bawah danau.

Itulah 11 fenomena alam langka yang sangat jarang terjadi dan kebanyakan belum bisa dijelaskan secara logika. Wallahualam.

Itulah tadi informasi dari situs slot online mengenai 11 Fenomena Alam Langka yang Pernah Terjadi di Muka Bumi Ini oleh - seputargeologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputargeologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 26, 2020
no image

Negara Kirgizstan: Karakteristik – Ekonomi Dan Kekayaan Alamnya oleh - seputargeologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputargeologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Negara Kirgizstan: Karakteristik â€" Ekonomi Dan Kekayaan Alamnya oleh - seputargeologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Negara Kirgizstan atau secara resmi mempunyai nama Republik Kirgiz merupakan sebuah negara yang berada di kawasan benua Asia tepatnya di Asia Tengah, termasuk negara pedalaman dan dikelilingi oleh pegunungan. Nama negara ini diambil bahasa Turki yakni “Kyrgyz” yang berarti empat puluh, mengacu pada empat puluh klan dari Manas.

Karakteristik Negara Kirgizstan

Negara Kirgizstan dengan beribu kota di Bishkek tersebut, dikenal juga sebagai Swiss Asia Tengah karena sebagian besar wilayahnya berupa lembah dan cekungan. Negara ini dikelilingi oleh beberapa negara antara lain:

Secara astronomis negara Kirgizstan berada di antara garis lintang 39oLU â€" 44oLU dan berada di garis bujur 69oBT â€" 81oBT. Tidak heran jika suhu udara di negara ini cukup bervariasi di beberapa daerahnya.

Bisa dikatakan jika Kirgizstan adalah negara yang berada di rangkaian pegunungan Tian Shan, dengan sungai utamanya yakni sungai Kara Darya, memiliki danau terbesar bernama Issyk Kul dan juga Danau Titicaca yang merupakan danau pegunungan terbesar kedua di dunia.

Titik tertingginya berada di sekitar Kakshaal, perbatasan Republik Rakyat Tiongkok, bernama Jengish Chokusu dengan tinggi mencapai 7.439 meter. Bahkan menurut para ahli geologi, Jengish Chokusu menjadi puncak tertinggi bagian utara di dunia.

Iklim di Negara Kirgizstan bervariasi di setiap daerahnya. Untuk wilayah bagian selatan hingga barat Lembah Fergana memiliki iklim subtropis di mana saat musim panas tiba suhu udara bisa mencapai 40o C, sedangkan di wilayah sekitar Tian Shan mempunyai iklim kering dan iklim kutub tergantung dari ketinggian tempatnya.

Beribu kota di Bishkek yang terletak di bagian utara menjadikan kota ini sebagai kota terbesar di Kirgizstan. Sedangkan kota terbesar kedua berada di kota kuno Osh, terletak di Lembah Fergana, perbatasan Uzbekistan.

Penduduk Negara Kirgizstan

Jumlah populasi negara Kirgizstan diperkirakan mencapai lebih dari 5 juta penduduk (2015), dengan sebagian besar penduduknya masih tinggal di wilayah pedesaan dan sisanya berada di perkotaan.

Sebagian besar penduduk Kirgizstan merupakan suku Kirgiz (72%) yang termasuk orang Turki. Meskipun begitu, terdapat kelompok etnis lainnya yang berasal dari:

  • Bangsa Rusia (9%)
  • Bangsa Uzbek (14,5%)
  • Suku Dungan (1,9%)
  • Uighur (1,1%)
  • Tajik (1,1%)
  • Kazakh (0,7%)
  • Ukraina (0,5%)
  • Etnis minoritas kecil (1,7%)

Mayoritas penduduk Kirgizstan beragam Islam (80%) yang terbagi menjadi Muslim non denominasi dan Islam Sunni. Selain agama Islam, terdapat agama lain yang telah diakui negara antara lain agama Kristen Ortodoks Rusia (17%) dan sisanya agama lain (3%).

Penduduk Kirgizstan memiliki budaya penggembalaan semi-nomaden dengan cara mendirikan tenda berbentuk bulat bernama yurt. Mereka biasa menggembalakan domba, kuda dan yak yang dilaksanakan secara musiman biasanya terjadi pada musim panas.

Ekonomi Dan Kekayaan Alam Negara Kirgizstan

Negara Kirgizstan termasuk negara termiskin kedua sebagai negara bekas Uni Soviet, bahkan menjadi salah satu negara termiskin di Asia Tengah. Menurut catatan CIA World Factbook tahun 2011, setidaknya ada sekitar sepertiga penduduk Kirgizstan hidup di bawah garis kemiskinan.

Meskipun telah mendapatkan bantuan dana dari IMF, Bank Dunia serta Bank Pembangunan Asia, negara ini tetap mengalami kesulitan ekonomi sejak kemerdekaanya di tahun 1991. Hingga akhirnya pemerintah melakukan pengurangan pada pengeluaran, memberlakukan pajak pertambahan nilai, dan secara keseluruhan transisi ke ekonomi pasar.

Sektor pertanian menjadi andalan negara Kirgizstan, hal ini didukung dengan kondisi alamnya yang berupa pegunungan sehingga sangat baik untuk melakukan kegiatan pertanian dan peternakan. Hasil pertanian utama berupa gandum, gula bit, kentang, tembakau, sayuran, kapas, buah-buahan, wol, susu, dan daging.

Sumber daya alam berupa mineral cukup melimpah seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, uranium, antimon dan logam berharga, sayangnya kekayaan alam tersebut tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

Meskipun begitu sumber daya air yang melimpah terutama di wilayah pegunungan banyak dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air dan telah diekspor ke beberapa negara sekitar.

Kirgizstan melakukan kegiatan ekspor berupa logam nonferrous dan mineral, wol, produk pertanian, energi listrik, dan barang elektronik. Sedangkan untuk barang impor yang menjadi andalan negara ini antara lain minyak bumi dan gas alam, logam besi, bahan kimia, kayu, kertas, mesin, makanan, bahan bangunan dengan mitra dagang berasal dari Rusia, Jerman, RRT, Uzbekistan dan Kazakhstan.

Fakta-Fakta Negara Kirgizstan

  1. Kota Osh mempunyai pemandangan utama yakni Jalur Sutera yang menjadi jalur perdagangan penting penghubung benua Asia dan benua Eropa sepanjang 7.000 mil. Kota ini juga terdapat pegunungan Sulayman dan telah terdaftar dalam UNESCO.
  2. Masyarakat Kirgistan sangat menyukai minuman teh dibandingan air putih. Teh disajikan menggunakan mangkuk kecil bersama roti tradisional Kirgizstan.
  3. Kota Bishkek merupakan salah satu kota terhijau bekas Uni Soviet. Sebagian besar jalan raya di kota tersebut cukup lebar dan di bagian kanan kiri jalan berjajar banyak pohon.
  4. Lembah Fergana dimiliki oleh 3 negara yakni Kirgizstan, Uzbekistan dan Tajikistan. Lembah ini terkenal akan kuda legendarisnya serta menjadi tempat kelahiran astronom zaman pertengahan Islam yakni Akhmed Al Fergani.
  5. Terdapat bangunan bersejarah abad ke-10 yakni Menara Burana Kirgistan yang terletak di Balasagyn, Lembah Chui. Tinggi menara ini mencapai 25 meter.

Itulah tadi informasi dari poker pulsa mengenai Negara Kirgizstan: Karakteristik â€" Ekonomi Dan Kekayaan Alamnya oleh - seputargeologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputargeologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Friday, July 24, 2020
no image

Negara Islandia: Karakteristik – Penduduk – Faktanya oleh - seputargeologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputargeologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Negara Islandia: Karakteristik â€" Penduduk â€" Faktanya oleh - seputargeologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Islandia merupakan negara yang memiliki keadaan geologi yang ekstrim dan kontras. Umumnya mendapat julukan “wilayah dengan api dan es” atau “the land of fire and ice”. Hal itu dikarenakan adanya beberapa gletser atau glacier yaitu es yang sangat tebal dan berat yang terbesar di Eropa dan beberapa gunung api paling aktif di dunia serta geyser.

Karakteristik Negara Islandia

Islandia memiliki luas wilayah mencapai 103.000 kilometer persegi, dengan luas daratannya sebesar 100.250 kilometer persegi dan luas lautannya 2.750 kilometer persegi. Hal itu menjadikan Islandia sebagai pulau terbesar ke-18 di dunia dan pulau kedua terbesar di Benua Eropa setelah Inggris.

Islandia terletak di utara benua Eropa, sebuah pulau yang bagian utaranya berbatasan dengan laut Greenland. Sedangkan batasan negara Islandia yakni:

  • Timur berbatasan dengan: Laut Norwegia
  • Selatan dan barat berbatasan dengan: Samudera Atlantik
  • Barat laut berbatasan: Negara Inggris

Sebagian besar wilayahnya dikelilingi oleh dataran tinggi, diselingi dengan puncak gunung dan hamparan es. Sekitar 62,7% wilayahnya merupakan tundra yaitu daerah yang tidak dapat ditumbuhi pepohonan karena rendahnya suhu di daerah tersebut dan berada di tempat paling utara di Bumi. Sementara 30% adalah pulau kecil di sekitar pulau utama.

Selain itu, sepanjang garis pantai Islandia mayoritas terdapat banyak Fyord atau teluk yang berasal dari lelehan gletser. Tapi tidak hanya gletser seperti julukannya “the land of fire and ice”, di Islandia juga terdapat banyak geyser sejenis mata air panas yang menyempur secara periodik.

Meski Islandia memiliki cuaca yang ekstrim namun pada umumnya iklimnya sedang dan seimbang karena pengaruh dari laut Atlantika Utara. Musim dingin tidak terlalu dingin tapi justru sejuk dan berangin. Musim panas juga terasa lembab, sejuk dan tidak terlalu panas seperti negara dengan 4 musim lainnya.

Penduduk Negara Islandia

Islandia yang beribukotakan di Reykjavik merupakan rumah bagi 350.734 jiwa penduduk. Sekitar 93% adalah warga asli Islandia dan sisanya adalah pendatang dari luar Islandia. 1% adalah keturunan Denmark atau lahir di Demark namun besar di Islandia). Sebagian besar penduduk Islandia adalah keturunan Norwegia dan Gael yang berasal dari Irlandia dan Skotlandia pada zaman dahulu dibawa ke Islandia sebagai budak.

Sistem pemerintahannya adalah demokrasi perwakilan dan sebuah republik parlementer. Kepala negaranya adalah Presiden sementara kepala pemerintahannya adalah Perdana Menteri. Sampai saat ini negara Islandia tergabung di banyak organisasi dunia seperti, Uni Eropa, NATO, OSCE yaitu organisasi Keamaan Pemerintah di Eropa, WHO dan masih banyak lagi.

Mayoritas penduduknya menganut agama Gereja Islandia, sisanya menganut agama Roman Katolik dan beragam agama lainnya. Sementara Bahasa resmi yang digunakan adalah Icelandic, Inggris, Bahasa Nordic dan Bahasa Jerman.

Sistem Ekonomi dan Kekayaan Alam Negara Islandia

Perekonomian Islandia bukanlah yang terkuat dan stabil di Eropa, di saat ada perubahan perekonomian internasional maka Islandia rentan terpengaruh. Meski demikian pada tahun 2007 Islandia pernah mencatat prestasi sebagai negara ketujuh yang paling produktif di dunia per kapita (54.858 dollar Amerika)

Adanya wilayah yang luas dan tenaga panas bumi, Islandia memanfaatkan banyak sungai dan air terjun sebagai pembangkit listrik tenaga air. Peduduknya bisa mendapatkan air panas, pemanas rumah dan listrik dengan biaya murah karena sumber energi yang melimpah.

Komoditas ekspor utamanya adalah ikan segar dan produk olahan ikan lainnya sebanyak 40%, sayur-sayuran, buah-buahan, daging dan susu. Negara tujuan utamanya adalah Belanda, Britania Raya, Spanyol, Jerman, dan Prancis.

Fakta-fakta Negara Islandia

  1. Surtsey adalah salah satu pulau di Islandia yang termuda di dunia. Pulau ini naik ke atas permukaan laut akibat letusan gunung berapi berkali-kali, antara 8 November 1963 dan 5 Juni 1968. Hanya para ilmuwan yang meneliti pertumbuhan kehidupan baru diizinkan untuk mengunjungi pulau tersebut.
  2. Menurut Global Peace Index, Islandia adalah negara paling damai di dunia, karena kurangnya angkatan bersenjata, tingkat kejahatan yang rendah, stabilitas sosial-politik tingkat tinggi. Bahkan sampai terdaftar di buku Rekor Guinness sebagai “Negara Peringkat Paling Damai” dan “Belanja Militer Terendah per Kapita”. Meski tidak banyak pasukan militernya, Islandia masih memiliki pasukan khusus yang dinamakan Icelandic Coast Guard. Mereka ditugaskan berpatroli di wilayah laut dan udara. Selain itu NATO dan Amerika mempunyai perjanjian dengan Islandia untuk melindungi mereka dari ancaman negara lain.
  3. Tidak ada McDonald’s di negara Islandia. Belum bisa diketahui kenapa hal ini bisa terjadi, mengingat McD adalah salah satu franchise paling sukses di dunia. Mengutip dari The Reykjavik Grapevine sebuah surat kabar di Islandia mengatakan bahwa Mcd pertama kali masuk kesana pada tahun 1993 namun sampai beberapa tahun tetap merugi dan akhirnya tahun 2009 Mcd angkat kaki dari negara Islandia.
  4. Nyamuk sering kita jumpai di Indonesia karena iklimnya yang tropis namun jika di Islandia amat jarang kita jumpai nyamuk, hal ini dikarenakan iklim di negara tersebut yang ekstrim dan dapat berubah-ubah dengan cepat.
  5. Tidak hanya di Indonesia, Islandia juga meyakini adanya makhluk yang ada di cerita dongeng atau tahayul yaitu peri dan troll. Lebih dari 50 persen penduduknya percaya adanya makhluk-makhluk tersebut hingga bisa menunda suatu proyek konstruksi jika diyakini ada peri disana. Selain itu mereka percaya batu-batu besar yang jatuh di ladang adalah troll beku dan bau belerang yang menyengat adalah air kotor bekas mandi para troll.
  6. Pernah menonton “How to Train your Dragon” yang mengisahkan bangsa Viking? Meski tidak berhubungan antara cerita di film dengan kenyataanya namun Bangsa Viking memang ada dan  penduduk Islandia mempunyai ikatan dengan bangsa tersebut. Orang Viking berasal dari Norwegia yang pernah menghuni Islandia pada tahun 800an. Kuda di Islandia juga merupakan keturunan langsung dari Daerah asal Bangsa Viking. Selain itu penamaan Iceland atau Islandia dan Greenland pertama kali dicetuskan oleh mereka untuk mengecoh musuh agar pergi ke Greenland daripada ke Islandia yang ternyata hijau.

Itulah tadi informasi dari agen judi poker mengenai Negara Islandia: Karakteristik â€" Penduduk â€" Faktanya oleh - seputargeologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputargeologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 19, 2020
no image

7 Daerah Penghasil Marmer Di Indonesia yang Perlu Diketahui oleh - seputargeologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputargeologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar 7 Daerah Penghasil Marmer Di Indonesia yang Perlu Diketahui oleh - seputargeologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kekayaan alam Indonesia cukup banyak tersedia di alam. Bahkan beberapa diantaranya masih belum dikelola dengan begitu maksimal. Perlu diketahui jika daerah pertambangan di Indonesia tersebar hampir di setiap provinsi, bahkan beberapa di antaranya memiliki kualitas yang bagus dan sesuai dengan standar internasional.

Tidak heran jika hasil tambang tersebut diekspor ke sejumlah negara di dunia. Ada beragam jenis hasil tambang yang berhasil diperoleh dari beberapa kawasan tambang di Indonesia sebut saja emas, minyak bumi, batu bara dan lain sebagainya.

Di pulau Sumatra, pulau yang menjadi salah satu daerah penghasil bijih besi terbesar di Indonesia yang diperkirakan terdapat sekitar 158 juta ton cadangan bijih besi. Tidak hanya bijih besi saja, daerah penghasil nikel di Indonesia banyak ditemukan di pulau Sulawesi hingga Kepulauan Maluku tepatnya di Halmahera Timur, Pulau Ternate dan Pulau Gebe. Dari beberapa contoh hasil tambang dan tempat penambangan tadi, masih ada hasil tambang lain yang juga memiliki nilai jual tinggi, yakni marmer.

Hampir sebagian besar dari kita tentu sudah tidak asing dengan batuan satu ini. Marmer banyak dimanfaatkan untuk dijadikan bahan furniture atau perkakas rumah tangga seperti meja atau jam, bahkan ada pula yang menjadikan marmer sebagai lantai, dinding hingga tiang rumah. Sebenarnya batuan marmer merupakan jenis batuan kapur atau dolomit bertekstur kasar yang lebih dikenal dengan nama batu gamping.

Marmer termasuk ke dalam jenis batuan metamorf yakni batuan peralihan yang berasal dari batu gamping dan berubah akibat adanya perubahan suhu serta tekanan berupa gaya endogen sehingga menjadi rekristalisasi membentuk berbagai foliasi dan non foliasi. Batu marmer banyak ditemukan di gua atau daerah pegunungan dan salah satu daerah penghasil marmer paling terkenal yakni berada di Jawa Timur.

Akan tetapi masih banyak daerah lain di Indonesia yang juga dikenal sebagai daerah penghasil marmer, berikut daftarnya:

1. Provinsi Aceh

Potensi batuan marmer yang terdapat di Provinsi Aceh masih belum kelola secara maksimal, padahal sumber daya alam tersebut masih tersedia cukup banyak di alam. Sebelumnya batuan â€" batuan tersebut dibiarkan begitu saja tanpa tahu jika batuan tersebut memiliki nilai jual yang tinggi. Akhirnya pada tahun 2011, beberapa akademisi melakukan penelitian terhadap batuan tersebut dan hasilnya bahwa batuan tersebut mengandung banyak unsur warna serta serat sebagai bahan baku batu marmer.

Batuan marmer banyak ditemukan di Aceh Selatan sehingga pemerintah setempat mendukung dengan didirikannya laboratorium marmer dan granit di Kampus Politeknik Aceh Selatan. Meskipun ketersediaan batu marmer di alam sangat melimpah, namun produksi marmer yang bisa dihasilkan baru sekitar 9 meter per hari. Untuk permintaan kerajinan marmer hampir sebagian besar konsumen harus datang ke tempat pengrajin sehingga pengembangan marmer di Aceh masih perlu ditingkatkan lagi.

2. Provinsi Lampung

Provinsi Lampung tidak hanya terkenal sebagai daerah penghasil bijih besi saja, tetapi juga sebagai penghasil marmer di Indonesia. Mungkin Lampung tidak setenar Jawa Timur yang sudah dikenal lama sebagai penghasil marmer terbaik di Indonesia, namun di Lampung terdapat cukup banyak lokasi penambangan batu marmer dengan cadangan batu marmer di alam yang melimpah, seperti:

  • Desa Relung Helak, Kecamatan Natar dengan potensi marmer sekitar 50 hektar
  • Di Kampung Bukit Harapan, Kecamatan Way Tuba yang diperkirakan terdapat 44.161.000 ton batu marmer
  • Desa Timbul Rejo, Kecamatan Bangun Rejo dengan sumber daya marmer mencapai 101.290.800 ton.

Masih ada tempat â€" tempat lain di Lampung yang terkenal sebagai penghasil marmer yakni di Kecamatan Sendang Agung, Kecamatan Pugung, Kecamatan Gedong Tataan, dan Kecamatan Pagelaran.

3. Provinsi Sumatra Barat

Selain di Lampung, beberapa tempat di Sumatra Barat juga terkenal sebagai daerah penghasil marmer seperti yang terdapat di:

  • Kabupaten Lima Puluh Kota tepatnya di Halaban yang diperkirakan terdapat cadangan marmer sebanyak 74.999.608 ton serta di Sitanang dengan cadangan marmer sekitar 1.249.792 ton.
  • Kabupaten Agam diperkirakan terdapat sekitar 500.000.000 ton batu marmer di alam.
  • Kabupaten Sawahlunto tepatnya di Tampurungo, terdapat sekitar 50 Ha dengan potensi marmer mencapai 2.500.000.000 m3.

4. Provinsi Jawa Barat

Jawa Barat juga dikenal sebagai salah satu tempat penghasil marmer, selain belerang dan emas. Bahkan beberapa perusahaan penambangan batu marmer telah berhasil memasarkan produk mereka hingga ke luar negeri seperti Japang, Korea Selatan, Australia hingga Amerika Serikat.

Meskipun begitu, permintaan pasar dari dalam negeri juga tidak sedikit. Bentuk dari marmer yang dipasarkan ada beragam bentuk, mulai dari block, slabs, tiles, cut to size, kerajinan hingga barang perlengkapan rumah tangga. Setiap tahun permintaan akan produk dari marmer terus mengalami peningkatan, mengingat harga marmer lokal lebih murah dibandingkan dengan harga marmer dari luar negeri.

5. Provinsi Jawa Tengah

Kabupeten Magelang menjadi daerah penghasil marmer terbesar di Jawa Tengah tepatnya di Kecamatan Salaman. Sumber daya alam marmer di daerah tersebut terbilang cukup melimpah, tidak heran jika sebagian besar warga memilih menjadi penambang marmer sebagai mata pencaharian.

Bahkan keberadaan marmer tersebut banyak dimanfaatkan sebagai salah satu destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Bahkan jenis marmer tempat ini termasuk jenis yang langka yakni muncul dari bawah tanah dengan serat berwarna merah. Marmer jenis ini hanya ada dua di dunia dan salah satunya terdapat di Italia.

6. Provinsi Jawa Timur

Kabupaten Tulungagung di Jawa Timur menjadi daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia, bahkan sudah terkenal sejak zaman Belanda. Di sini banyak ditemukan industri marmer dan salah satunya berada di desa Besole, Kecamatan Besuki.

Banyaknya industri di daerah tersebut didukung oleh ketersediaan cadangan marmer yang sangat besar serta berkualitas amat baik. Tidak heran jika Kabupaten Tulunganggung terkenal sebagai penghasil marmer terbaik yang tidak hanya terkenal di Indonesia tetapi juga Internasional. Tidak heran jika setiap tahunnya permintaan akan marmer di pasar luar negeri terus mengalami peningkatan.

7. Provinsi Sulawesi Selatan

Tidak perlu diragukan lagi potensi marmer yang terdapat di Sulawesi Selatan sebab ketersediaannya di alam sangat melimpah. Tidak heran jika banyak terdapat penambangan marmer yang tersebar di beberapa tempat seperti Maros, Barru, Pangkep, Bone dan Enrekang. Meskipun begitu saat ini hanya ada sedikit perusahaan pertambangan yang masih bertahan memproduksi marmer.

Banyak perusahaan tutup karena adanya aturan mengenai larangan mengekspor bahan mentah sehingga beberapa perusahaan sulit bersaing dengan perusahaan sejenis. Meskipun begitu kegiatan produksi marmer di Sulawesi Selatan tetap berjalan untuk memenuhi pasar lokal.

Demikian penjelasan mengenai beberapa daerah di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil marmer. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.

Itulah tadi informasi dari agen idn poker mengenai 7 Daerah Penghasil Marmer Di Indonesia yang Perlu Diketahui oleh - seputargeologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputargeologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Wednesday, July 15, 2020
no image

Gunung Sunda: Sejarah Dan Letusannya (Asal Usul Gunung Tangkuban Parahu) oleh - seputargeologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputargeologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Gunung Sunda: Sejarah Dan Letusannya (Asal Usul Gunung Tangkuban Parahu) oleh - seputargeologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kenampakan alam yang dimiliki oleh Indonesia tidak hanya sebatas keindahan lautnya saja, namun juga gunungnya. Gunung yang terdapat di Indonesia jumlahnya cukup banyak, bahkan sebagian besarnya termasuk ke dalam kelompok gunung api. Hal ini disebabkan wilayah Indonesia berada di dalam kawasan cincin api atau ring of fire. Sebut saja Gunung Anak Krakatau, Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Merapi, Gunung Bromo, Gunung Agung dan lain sebagainya termasuk ke dalam gunung api aktif yang dapat meletus atau erupsi. Hampir sebagian besar gunung api adalah gunung api purba sebab keberadaannya sudah ada sejak zaman dahulu. Namun ada juga gunung api yang sudah tidak aktif kembali dalam kurun waktu yang cukup lama, meskipun pada zaman itu tergolong gunung paling aktif. Gunung api yang sudah tidak aktif masih dapat dilihat bentuknya dan biasanya tersusun atas batuan yang berumur jutaan tahun.

Salah satu gunung yang menarik untuk dibahas kali ini yakni Gunung Sunda. Sesuai dengan namanya, gunung ini berada di wilayah Bandung, Provinsi Jawa Barat. Menurut sejarah, Gunung Sunda sudah ada sejak zaman purba dan pernah meletus dalam skala besar di akhir zaman prasejarah. Diperkirakan juga jika Gunung Sunda memiliki dasar dengan luas mencapai lebih dari 20 km dan tinggi gunung mencapai sekitar 4.000 meter di atas permukaan laut. Dan saat itu juga Gunung Sunda masuk sebagai gunung berapi tertinggi di Jawa. Sehingga sisa dari Gunung Sunda yang bisa kita lihat saat ini berupa Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Bukit Tunggal, dan Gunung Burangrang.

Informasi mengenai asal usul Gunung Sundah cukup terbatas dan hanya berdasarkan pada catatan serta saksi orang tua yang berusia kurang lebih 85 tahun. Beliau mengatakan jika Gunung Sunda Purba yang dahulu dikenal dengan nama Gunung Chuda (dalam bahasa sansekerta memiliki arti putih), adalah gunung yang di bagian puncaknya selalu ditutupi oleh es atau salju. Bahkan beberapa pengembara yang berasal dari India dapat melihat Gunung Chuda dari kejauhan (diperkirakan dilihat dari Sumatera). Tentunya hal tersebut membuat rasa ingin tahu para pengembara hingga sampailah mereka di Gunung Chuda. Namun, lambat laun penduduk lokal kesulitan dalam pengucapan kata Chuda hingga akhirnya berubah menjadi Sunda.

Sejarah Letusan Gunung Sunda

Menurut Van Bemmelen seorang peneliti yang mempelajari geologi Bandung menjelaskan sejarah Bandung dimulai dari zaman Miosen yaitu sekitar 20 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini Bandung utara masih berupa laut hal ini dibuktikan dari banyak ditemukan fosil koral yang membentuk terumbu karang di sepanjang bukit Rajamandala. Sedangkan bukit pegunungan api berada di bagian selatan Jawa. 14 juta hingga 2 juta tahun lalu, bagian laut mulai terangkat secara tektonik menjadi pegunungan. Dan 2 juta tahun yang lalu, terjadi aktivitas vulkanik pada pegunungan di utara dan membentuk gunung api purba yang dikenal dengan nama Gunung Sunda. Gunung Sunda ini diperkirakan memiliki tinggi lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut dan saat ini sisa dari gunung purba tersebut adalah punggung bukit.

Gunung Sunda yang pernah meletus tersebut memunculkan kaldera baru yang sangat luas yang nantinya berkembang menjadi Gunung Tangkuban Parahu. Kaldera ini dikenal sebagai Kaldera Sunda yakni kaldera raksasa yang terbentuk sekitar 105.000 tahun yang lalu saat zaman Pleistosen. Kaldera ini juga meliputi keseluruhan Bandung Utara serta Cekungan Bandung. Menurut Mochamad Nugraha Kartadinata seorang geolog yang berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, menjelaskan bahwa letusan besar yang dialami oleh Gunung Sunda terbagi menjadi beberapa fase yaitu fase pertama sekitar 210.000-128.000 tahun yang lalu. Pada fase ini letusan disertai aliran lava dan episode 13 unit letusan, dalam satu unit letusan terjadi lebih dari satu kali letusan besar.

Sekitar 105.000 tahun yang lalu, beberapa fase letusan yang menyebabkan runtuhnya badan Gunung Sunda hingga membentuk kaldera terjadi. Pada fase ini terbagi menjadi tiga fase yaitu fase plinian, fase freatomagnetik, dan fase ignimbrit. Pada fase ignimbrit sendiri terjadi lontaran materi gunung hingga mencapai 66 km kubik dan menutupi area di radius 200 km persegi bahkan beberapa tempat ketebalan materi vulkanik mencapai 40 meter. Jumlah materi yang dilontarkan keluar dari gunung masih perkiraan, apalagi jika material yang dihasilkan menyebabkan Gunung Sunda runtuh serta membentuk kaldera dengan luas 6,5 x 7,5 km. Kaldera ini biasanya berusia cukup muda dibandingkan dengan Gunung Batu yang sudah ada sejak dahulu atau sekitar 500.000 tahun yang lalu. Seiring berjalannya waktu, Kaldera ini mulai tumbuh menjadi Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Bukit Tunggal, Gunung Burangrang, Danau Bandung Purba, serta Gunung Putri.

Seorang anggota Masyarakat Geografi Indonesia, T. Bachtiar menyimpulkan bahwa letusan pada Gunung Sunda di fase ketiga ini juga berhasil menguruk Citarum Purba yang berada di utara Padalarang hingga membentuk danau raksasa yaitu Danau Bandung Purba. Dari Kaldera Gunung Sunda juga muncul Gunung Tangkuban Parahu kuno yang meletus antara 90.000 â€" 10.000 tahun yang lalu sebanyak 30 unit letusan. Letusan pada Gunung Tangkuban Parahu muda terus berlanjut sekitar 10.000 tahun sampai dengan 50 tahun yang lalu. Saat ini sisa â€" sisa dari gunung purba raksasa atau Gunung Sunda yang ada 2 juta tahun yang lalu hanya meninggalkan bagian punggung bukit saja. Bahkan di sekitar Gunung Burangrang dan Situ Lembang dipercaya merupakan salah satu bagian kerucut samping yang berasal dari Gunung Sunda Purba. Sisa â€" sisa Gunung Sunda Purba juga bisa ditemukan di sebelah utara gunung, tepatnya di bagian timur Sungai Cikapundung sampai dengan Gunung Manglayang yang disebut blok Pulasari oleh van Bemmelen. Sedangkan bagian lain dari Gunung Sunda Purba menurut Koesoemadinata di dalam makalahnya yang berjudul “Asal â€" Usul dan Prasejarah Ki Sunda” yakni Bukit Putri, terletak di bagian timur laut Lembang.

Itulah tadi penjelasan mengenai Gunung Sunda yang diketahui ternyata merupakan asal usul dari Gunung Tangkuban Parahu yang kita cukup terkenal. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan Anda.

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai Gunung Sunda: Sejarah Dan Letusannya (Asal Usul Gunung Tangkuban Parahu) oleh - seputargeologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputargeologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

no image

Gunung Sunda: Sejarah Dan Letusannya (Asal Usul Gunung Tangkuban Parahu) oleh - seputargeologi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website seputargeologi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Gunung Sunda: Sejarah Dan Letusannya (Asal Usul Gunung Tangkuban Parahu) oleh - seputargeologi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Kenampakan alam yang dimiliki oleh Indonesia tidak hanya sebatas keindahan lautnya saja, namun juga gunungnya. Gunung yang terdapat di Indonesia jumlahnya cukup banyak, bahkan sebagian besarnya termasuk ke dalam kelompok gunung api. Hal ini disebabkan wilayah Indonesia berada di dalam kawasan cincin api atau ring of fire. Sebut saja Gunung Anak Krakatau, Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Merapi, Gunung Bromo, Gunung Agung dan lain sebagainya termasuk ke dalam gunung api aktif yang dapat meletus atau erupsi. Hampir sebagian besar gunung api adalah gunung api purba sebab keberadaannya sudah ada sejak zaman dahulu. Namun ada juga gunung api yang sudah tidak aktif kembali dalam kurun waktu yang cukup lama, meskipun pada zaman itu tergolong gunung paling aktif. Gunung api yang sudah tidak aktif masih dapat dilihat bentuknya dan biasanya tersusun atas batuan yang berumur jutaan tahun.

Salah satu gunung yang menarik untuk dibahas kali ini yakni Gunung Sunda. Sesuai dengan namanya, gunung ini berada di wilayah Bandung, Provinsi Jawa Barat. Menurut sejarah, Gunung Sunda sudah ada sejak zaman purba dan pernah meletus dalam skala besar di akhir zaman prasejarah. Diperkirakan juga jika Gunung Sunda memiliki dasar dengan luas mencapai lebih dari 20 km dan tinggi gunung mencapai sekitar 4.000 meter di atas permukaan laut. Dan saat itu juga Gunung Sunda masuk sebagai gunung berapi tertinggi di Jawa. Sehingga sisa dari Gunung Sunda yang bisa kita lihat saat ini berupa Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Bukit Tunggal, dan Gunung Burangrang.

Informasi mengenai asal usul Gunung Sundah cukup terbatas dan hanya berdasarkan pada catatan serta saksi orang tua yang berusia kurang lebih 85 tahun. Beliau mengatakan jika Gunung Sunda Purba yang dahulu dikenal dengan nama Gunung Chuda (dalam bahasa sansekerta memiliki arti putih), adalah gunung yang di bagian puncaknya selalu ditutupi oleh es atau salju. Bahkan beberapa pengembara yang berasal dari India dapat melihat Gunung Chuda dari kejauhan (diperkirakan dilihat dari Sumatera). Tentunya hal tersebut membuat rasa ingin tahu para pengembara hingga sampailah mereka di Gunung Chuda. Namun, lambat laun penduduk lokal kesulitan dalam pengucapan kata Chuda hingga akhirnya berubah menjadi Sunda.

Sejarah Letusan Gunung Sunda

Menurut Van Bemmelen seorang peneliti yang mempelajari geologi Bandung menjelaskan sejarah Bandung dimulai dari zaman Miosen yaitu sekitar 20 juta tahun yang lalu. Pada zaman ini Bandung utara masih berupa laut hal ini dibuktikan dari banyak ditemukan fosil koral yang membentuk terumbu karang di sepanjang bukit Rajamandala. Sedangkan bukit pegunungan api berada di bagian selatan Jawa. 14 juta hingga 2 juta tahun lalu, bagian laut mulai terangkat secara tektonik menjadi pegunungan. Dan 2 juta tahun yang lalu, terjadi aktivitas vulkanik pada pegunungan di utara dan membentuk gunung api purba yang dikenal dengan nama Gunung Sunda. Gunung Sunda ini diperkirakan memiliki tinggi lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut dan saat ini sisa dari gunung purba tersebut adalah punggung bukit.

Gunung Sunda yang pernah meletus tersebut memunculkan kaldera baru yang sangat luas yang nantinya berkembang menjadi Gunung Tangkuban Parahu. Kaldera ini dikenal sebagai Kaldera Sunda yakni kaldera raksasa yang terbentuk sekitar 105.000 tahun yang lalu saat zaman Pleistosen. Kaldera ini juga meliputi keseluruhan Bandung Utara serta Cekungan Bandung. Menurut Mochamad Nugraha Kartadinata seorang geolog yang berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, menjelaskan bahwa letusan besar yang dialami oleh Gunung Sunda terbagi menjadi beberapa fase yaitu fase pertama sekitar 210.000-128.000 tahun yang lalu. Pada fase ini letusan disertai aliran lava dan episode 13 unit letusan, dalam satu unit letusan terjadi lebih dari satu kali letusan besar.

Sekitar 105.000 tahun yang lalu, beberapa fase letusan yang menyebabkan runtuhnya badan Gunung Sunda hingga membentuk kaldera terjadi. Pada fase ini terbagi menjadi tiga fase yaitu fase plinian, fase freatomagnetik, dan fase ignimbrit. Pada fase ignimbrit sendiri terjadi lontaran materi gunung hingga mencapai 66 km kubik dan menutupi area di radius 200 km persegi bahkan beberapa tempat ketebalan materi vulkanik mencapai 40 meter. Jumlah materi yang dilontarkan keluar dari gunung masih perkiraan, apalagi jika material yang dihasilkan menyebabkan Gunung Sunda runtuh serta membentuk kaldera dengan luas 6,5 x 7,5 km. Kaldera ini biasanya berusia cukup muda dibandingkan dengan Gunung Batu yang sudah ada sejak dahulu atau sekitar 500.000 tahun yang lalu. Seiring berjalannya waktu, Kaldera ini mulai tumbuh menjadi Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Bukit Tunggal, Gunung Burangrang, Danau Bandung Purba, serta Gunung Putri.

Seorang anggota Masyarakat Geografi Indonesia, T. Bachtiar menyimpulkan bahwa letusan pada Gunung Sunda di fase ketiga ini juga berhasil menguruk Citarum Purba yang berada di utara Padalarang hingga membentuk danau raksasa yaitu Danau Bandung Purba. Dari Kaldera Gunung Sunda juga muncul Gunung Tangkuban Parahu kuno yang meletus antara 90.000 â€" 10.000 tahun yang lalu sebanyak 30 unit letusan. Letusan pada Gunung Tangkuban Parahu muda terus berlanjut sekitar 10.000 tahun sampai dengan 50 tahun yang lalu. Saat ini sisa â€" sisa dari gunung purba raksasa atau Gunung Sunda yang ada 2 juta tahun yang lalu hanya meninggalkan bagian punggung bukit saja. Bahkan di sekitar Gunung Burangrang dan Situ Lembang dipercaya merupakan salah satu bagian kerucut samping yang berasal dari Gunung Sunda Purba. Sisa â€" sisa Gunung Sunda Purba juga bisa ditemukan di sebelah utara gunung, tepatnya di bagian timur Sungai Cikapundung sampai dengan Gunung Manglayang yang disebut blok Pulasari oleh van Bemmelen. Sedangkan bagian lain dari Gunung Sunda Purba menurut Koesoemadinata di dalam makalahnya yang berjudul “Asal â€" Usul dan Prasejarah Ki Sunda” yakni Bukit Putri, terletak di bagian timur laut Lembang.

Itulah tadi penjelasan mengenai Gunung Sunda yang diketahui ternyata merupakan asal usul dari Gunung Tangkuban Parahu yang kita cukup terkenal. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan Anda.

Itulah tadi informasi dari idn poker mengenai Gunung Sunda: Sejarah Dan Letusannya (Asal Usul Gunung Tangkuban Parahu) oleh - seputargeologi.xyz dan sekianlah artikel dari kami seputargeologi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Quick Message
Press Esc to close